MENGAPA PERBEDAAN PAHAMAN DIJADIKAN LADANG KONFLIK? Ustad - TopicsExpress



          

MENGAPA PERBEDAAN PAHAMAN DIJADIKAN LADANG KONFLIK? Ustad Sami’ Athifuzzain, penulis kitab al-Islam wa Tsiqafatul Insan, dalam bukunya yang berjudul “Al-Muslimun…Man Hum? (Siapakah Kaum Muslimin?) mencoba mendudukan posisi syi’ah dan sunni. Dalam mukadimah buku itu, ia menulis adanya pengelompokan dalam masyarakat muslim Syiah dan Sunni yang semestinya terhapus dengan terhapusnya kejahilan. Tetapi pengelompokan itu justru terus berakar. Padahal sumber pengelompokan itu adalah sekelompok orang yang berhasil menguasai dunia Islam lewat nifaq. “Kelompok itu adalah musuh Islam yang tidak bisa hidup kecuali sepert lintah penghisap darah” tulis Ustad Sami. Perbedaan yang terjadi antara kelompok Sunni dan Syiah hanya terletak pada pemahaman atas Qur’an dan Sunnah bukan pada asli Qur’an dan sunnah. Ustad Shabir Tha’imah dalam buku Tahdidat Imamul ‘Arubah wal Islam, mengatakan, antara Syiah dan Sunni tidak memiliki perbedaan dalam ushul. Sunni dan Syiah adalah muwahhid. Perbedaan hanya pada furu’ [fikih] yang sama saja seperti perbedaan fikih di antara mazhab yang empat (Syafii, Hanbali…). Mereka mengimani ushuluddin sebagaimana yang ada dalam Quran dan sunnah Nabi. Selain itu mereka juga mengimani apa yang harus diimani. Mereka juga mengimani bahwa seorang muslim yang keluar dari hukum-hukum penting agama, maka Islamnya tidak benar (bathil). “ Yang benar adalah bahwa Sunni dan Syiah, keduanya adalah mazhab dari beberapa mazhab Islam yang mengambil ilham dari kitabullah dan sunnah nabi,” katanya. Tapi perbedaan pemahaman itu justru dijadikan ladang konflik. Bukan tidak mungkin ada kelompok yang khawatir, jika kelompok Sunni dan Syiah bersatu, seperti diuangkapkan Ustad Abul Hasan Nadawi kepada Majalah Al I’tisham. “Jika hal ini terlaksana—yaitu kedekatan Sunni dan Syiah—akan terjadi sebuah revolusi yang tak ada tandingannya dalam sejarah baru pemikiran Islami.” Katanya. Jadi tak ada salahnya untuk menutup jalan bagi kelompok yang ingin memperluas kekerasan dalam agama, dan membangun persatuan dan saling bekerjasama bukan mengelompokan dirijauh satu sama lainnya. Mendiang Imam Khomeini alam khutbah di bulan Jumadil Awal 1384 H) mengatakan, “Tangan-tangan kotor yang telah menciptakan pertentangan di dunia Islam antara Sunni dan Syiah bukan Sunni dan Syiah. Mereka adalah tangan-tangan imperialis yang ingin berkuasa di negara-negara Islam. Mereka adalah pemerintahan-pemerintahan yang ingin merampok kekayaan rakyat kita denganberbagai tipuan dan alat dan menciptakan pertentangan dengan nama Syiah dan Sunni.”
Posted on: Tue, 02 Jul 2013 12:27:42 +0000

Trending Topics



Recently Viewed Topics




© 2015